Dari lubuk yang paling dalam aku memanggilmu, Cinta!"
Kini usiaku hampir dua puluh tahun, sementara aku punya cita-cita untuk menikah muda. Mungkin diusia antara dua empat sampai dua tujuh. Aku membayangkan dimana itu akan menjadi masa yang lucu-lucunya untukku dan jodohku nanti.
Tapi, hampir satu tahun ini aku sudah menjadi jones. Aku belum melihat tanda-tanda jodohku dimana, meski kadang ada yang datang mendekat dan kemudian pergi tanpa memberikan alasan apapun. Kadang aku mengeluh,
"Tuhan, dimana Jodohkuuuu?"
Sebenarnya, tuhan sudah memberikan jodoh pada masing-masing insan makhluk di bumi ini. Begitu pula untuk mereka, jomblo. Tapi sayang, tidak dipungkiri pada kenyataanya ada diantara suatu makhluk yang mengalami jomblo semasa hidupnya hingga dia akhirnya meninggal dunia.
Jadi dimanakah jodoh yang sudah dijanjikan tuhan?
Apakah mereka orang yang semasa hidupnya hingga tua tidak menikah dan tidak pernah merasakan cinta, jodohnya sudah mati sejak dia lahir?
Kenyataan nya, jodoh haruslah kita cari!
Lantas apa yang harus kamu lakukan jika tak mampu mencari?
Apa dengan berharap jodohmu yang akan mencarimu?
Atau, pada akhirnya Orangtualah yang malah menjodohkanmu?
Zaman kini telah berubah, manusia semakin gila dalam bertindak.
Pernahkah kamu mendengar seseorang yang menikahi benda mati?
kemudian, bagaimana dengan seseorang yang menikahi sesama jenis?
atau, bagaimana dengan seseorang yang menikahi hewan?
Dalam konteks beberapa agama, pertanyaan diatas sangatlah menyimpang.
Hukumnya pun sudah pasti haram!
Aku pun kembali bertanya pada diri sendiri.
Apa mereka yang menikahi boneka memang ditakdirkan jodohnya itu benda mati?
Lalu, apa mereka yang menikah sesama jenis jodohnya adalah sesama jenis?
Dan, apa mereka yang menikah dengan hewan adalah karena memang jodohnya adalah hewan?
Tuhan pasti tidak memberikan jalan seperti itu!
Mereka yang akhirnya menikahi jodoh yang haram pastilah seorang yang sudah. Jodoh semuanya sudah ada yang ngatur! Tapi jika kita hanya diam disibukan oleh hal-hal yang itu-itu saja, tanpa mencari cinta sejati, maka mereka tidak akan menemukan jodohnya. Meskipun sebenarnya mereka dekat, tapi kesibukan itulah yang menjauhkannya.
Contohnya aku,
Aku mungkin terlalu disibukan oleh aktifitas yang sebenernya tidak berguna.
Aku menghabiskan waktu seharian hanya untuk duduk didepan layar monitor.
Menulis hal-hal yang tidak perlu, baca berita yang kurang penting kemudian main game seperti dota 2.
Apakah tidak ada seseorang yang bisa menjadi pacarku saat ini?
Aku yakin pasti ada, aku merasakan ada perhatian yang lebih dari seseorang. Tapi aku tetap tidak mau memulai, meski aku tau mana ada wanita yang mau memulai di zaman ini.
Lalu, apa artinya emansipasi wanita? Ubul ubul Shit!
Perlahan, aku coba dekati tapi yang muncul malah benci, bukan cinta yang aku harapkan. Beberapa minggu kebelakang, aku selalu berharap benci ini berubah menjadi cinta. Tapi yang ada malah keadaanya semakin parah!
Bbm di delkon lah! Facebook di unfriendlah! Segalanya! Kaya orang yang udah lama pacaran terus berantem, terus salah satunya gakuat, terus PUTUSS!
Sampai saat ini, aku belum pernah bisa menjalin pertemanan kembali dengan orang yang pernah ku cinta. Begitu pula di media social, aku tidak berteman di facebook dengan mantan dan juga tidak ada pula menyimpan sebuah kontak di hape. Cinta sudah pasti masti ada, tapi gengsilah! Masa mau ngemis-ngemis minta balikan?
Kini, hampir setahun aku putus dengan seseorang. Dia adalah yang terahir menjalin cinta denganku, sementara ini. Aku sudah lupa apa yang membuat kita berhenti berhubungan, tapi yang jelas kita dipisahkan oleh jarak.
Aku selalu benci dengan kepercayaannya pada golongan darah, sok ngatur lah! sok perhatian macem-macem. Tapi ternyata setelah putus, itulah yang membuatku kangen dengannya. Tapi, aku yakin jika kita balikan pun, pasti akan berahir dengan alasan yang sama, jarak. Jadi, meski beberapa hari selama liburan kita bertemu aku tidak akan pernah memutuskan untuk kembali. Dia kuliah disana, sementara aku disini. Apalagi aku yang jauh dari orang tua, buat makan aja susah apalagi buat beli pulsa!
Sebelum semuanya berahir kita delkon-delkonnan kontak bbm, kemudian unfriend ini unfollow itu. Baru deh aku di telpon dimarah-marahin. Terus tanpa sengaja aku keceplosan ngomong,
"Yaudah kita putus!"
Kemudian dia nangis. Terus kata temennya dia sakit-sakitan, aku disuruh jenguk disana. Cinta ya cinta ongkos ya ongkos, karena tidak memiliki ongkos akhirnya aku memilih untuk hilang ingatan saat itu.
Ah sudahlah!
Cinta, di zaman ini kamu telah membuat jomblo menderita. Kita makhluk yang paling dirugikan! Kita dihina! Dijajah oleh cinta, kemudian menjadi budak-budak yang pada akhirnya mengkonsumsi video yang tidak seharusnya(*eitss: maksudnya official video jkt48).
Kita juga difitnah dengan sangat kejam oleh mereka yang sudah berpasangan. Diantaranya yang paling kejam adalah fitnah sabun.
Sekali lagi aku mohon,
Tuhan, tolong jauhkan aku dari fitnah sabun yang kejam Ini!
Segera temukan aku dengan Cintaku!
Orang yang akan kucinta, karenamu.
Cinta yang selalu membuatku semakin mencintaimu, tuhan.
Jadi,
Dimana engkau, Cinta?
Kini usiaku hampir dua puluh tahun, sementara aku punya cita-cita untuk menikah muda. Mungkin diusia antara dua empat sampai dua tujuh. Aku membayangkan dimana itu akan menjadi masa yang lucu-lucunya untukku dan jodohku nanti.
Tapi, hampir satu tahun ini aku sudah menjadi jones. Aku belum melihat tanda-tanda jodohku dimana, meski kadang ada yang datang mendekat dan kemudian pergi tanpa memberikan alasan apapun. Kadang aku mengeluh,
"Tuhan, dimana Jodohkuuuu?"
Sebenarnya, tuhan sudah memberikan jodoh pada masing-masing insan makhluk di bumi ini. Begitu pula untuk mereka, jomblo. Tapi sayang, tidak dipungkiri pada kenyataanya ada diantara suatu makhluk yang mengalami jomblo semasa hidupnya hingga dia akhirnya meninggal dunia.
Jadi dimanakah jodoh yang sudah dijanjikan tuhan?
Apakah mereka orang yang semasa hidupnya hingga tua tidak menikah dan tidak pernah merasakan cinta, jodohnya sudah mati sejak dia lahir?
Kenyataan nya, jodoh haruslah kita cari!
Lantas apa yang harus kamu lakukan jika tak mampu mencari?
Apa dengan berharap jodohmu yang akan mencarimu?
Atau, pada akhirnya Orangtualah yang malah menjodohkanmu?
Zaman kini telah berubah, manusia semakin gila dalam bertindak.
Pernahkah kamu mendengar seseorang yang menikahi benda mati?
kemudian, bagaimana dengan seseorang yang menikahi sesama jenis?
atau, bagaimana dengan seseorang yang menikahi hewan?
Dalam konteks beberapa agama, pertanyaan diatas sangatlah menyimpang.
Hukumnya pun sudah pasti haram!
Aku pun kembali bertanya pada diri sendiri.
Apa mereka yang menikahi boneka memang ditakdirkan jodohnya itu benda mati?
Lalu, apa mereka yang menikah sesama jenis jodohnya adalah sesama jenis?
Dan, apa mereka yang menikah dengan hewan adalah karena memang jodohnya adalah hewan?
Tuhan pasti tidak memberikan jalan seperti itu!
Mereka yang akhirnya menikahi jodoh yang haram pastilah seorang yang sudah. Jodoh semuanya sudah ada yang ngatur! Tapi jika kita hanya diam disibukan oleh hal-hal yang itu-itu saja, tanpa mencari cinta sejati, maka mereka tidak akan menemukan jodohnya. Meskipun sebenarnya mereka dekat, tapi kesibukan itulah yang menjauhkannya.
Contohnya aku,
Aku mungkin terlalu disibukan oleh aktifitas yang sebenernya tidak berguna.
Aku menghabiskan waktu seharian hanya untuk duduk didepan layar monitor.
Menulis hal-hal yang tidak perlu, baca berita yang kurang penting kemudian main game seperti dota 2.
Apakah tidak ada seseorang yang bisa menjadi pacarku saat ini?
Aku yakin pasti ada, aku merasakan ada perhatian yang lebih dari seseorang. Tapi aku tetap tidak mau memulai, meski aku tau mana ada wanita yang mau memulai di zaman ini.
Lalu, apa artinya emansipasi wanita? Ubul ubul Shit!
Perlahan, aku coba dekati tapi yang muncul malah benci, bukan cinta yang aku harapkan. Beberapa minggu kebelakang, aku selalu berharap benci ini berubah menjadi cinta. Tapi yang ada malah keadaanya semakin parah!
Bbm di delkon lah! Facebook di unfriendlah! Segalanya! Kaya orang yang udah lama pacaran terus berantem, terus salah satunya gakuat, terus PUTUSS!
Sampai saat ini, aku belum pernah bisa menjalin pertemanan kembali dengan orang yang pernah ku cinta. Begitu pula di media social, aku tidak berteman di facebook dengan mantan dan juga tidak ada pula menyimpan sebuah kontak di hape. Cinta sudah pasti masti ada, tapi gengsilah! Masa mau ngemis-ngemis minta balikan?
Kini, hampir setahun aku putus dengan seseorang. Dia adalah yang terahir menjalin cinta denganku, sementara ini. Aku sudah lupa apa yang membuat kita berhenti berhubungan, tapi yang jelas kita dipisahkan oleh jarak.
Aku selalu benci dengan kepercayaannya pada golongan darah, sok ngatur lah! sok perhatian macem-macem. Tapi ternyata setelah putus, itulah yang membuatku kangen dengannya. Tapi, aku yakin jika kita balikan pun, pasti akan berahir dengan alasan yang sama, jarak. Jadi, meski beberapa hari selama liburan kita bertemu aku tidak akan pernah memutuskan untuk kembali. Dia kuliah disana, sementara aku disini. Apalagi aku yang jauh dari orang tua, buat makan aja susah apalagi buat beli pulsa!
Sebelum semuanya berahir kita delkon-delkonnan kontak bbm, kemudian unfriend ini unfollow itu. Baru deh aku di telpon dimarah-marahin. Terus tanpa sengaja aku keceplosan ngomong,
"Yaudah kita putus!"
Kemudian dia nangis. Terus kata temennya dia sakit-sakitan, aku disuruh jenguk disana. Cinta ya cinta ongkos ya ongkos, karena tidak memiliki ongkos akhirnya aku memilih untuk hilang ingatan saat itu.
Ah sudahlah!
Cinta, di zaman ini kamu telah membuat jomblo menderita. Kita makhluk yang paling dirugikan! Kita dihina! Dijajah oleh cinta, kemudian menjadi budak-budak yang pada akhirnya mengkonsumsi video yang tidak seharusnya(*eitss: maksudnya official video jkt48).
Kita juga difitnah dengan sangat kejam oleh mereka yang sudah berpasangan. Diantaranya yang paling kejam adalah fitnah sabun.
Sekali lagi aku mohon,
Tuhan, tolong jauhkan aku dari fitnah sabun yang kejam Ini!
Segera temukan aku dengan Cintaku!
Orang yang akan kucinta, karenamu.
Cinta yang selalu membuatku semakin mencintaimu, tuhan.
Jadi,
Dimana engkau, Cinta?