Dua Orang Pelajar

Dua Orang Pelajar Mataram dan Gurunya Saat Masih Muda
Suatu hari di kota kuno Mataram, hidup dua orang pelajar yang saling membenci dan merendahkan pemikiranya satu sama lain. Salah satu dari mereka menyangkal keberadan Tuhan dan yang lain adalah orang yang selalu mentaati ajaran Tuhan.

Suatu hari kedua orang itu bertemu di pasar Kota Gede, dan di tengah sahabat mereka masin-masing, kedua orang itu mulai berselisih dan bertengkar mengenai keberadaan dan ketiadaan Tuhan. Dan setelah beberapa jam dalam kepuasan mereka berpisah.

Malamnya pria yang tidak percaya pada Tuhan pergi ke tempat ibadah untuk sembahyang. Ia bersujud didepan altar, dan berdoa pada Tuhan untuk memaafkan segala masa lalunya.

Dan saat yang sama pria yang sangat taat pada ajaran Tuhan, yang tadinya selalu menjunjung tinggi ajaran Tuhan, membakar kitabnya yang suci. Ia menjadi orang yang tidak percaya adaya Tuhan.

Begitulah kisah Dua Orang Pelajar itu hingga meninggal dunia.

- Terinspirasi dari buku "The Madman", karya Kahlil Gibran (1918)


Seperti inilah akhir kisah dari dua orang pelajar di kota kuno Mataram. Ada banyak orang sholeh di dunia ini, namun hanya sedikit yang meninggal dengan baik. Kemudian, ada pula begitu banyak orang yang tidak sholeh kemudian meninggal dengan baik.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ دَخَلَ الجَنَّةَ

“Barang siapa yang akhir perkataannya adalah ‘lailaha illallah’, maka dia akan masuk surga.” (HR. Abu Daud. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih no. 1621).

Seperti inilah kehidupan, semoga kita senantiasa dilindungi oleh Allah SWT agar kita berada dalam keadaan husnul khotimah (akhir yang baik) ketika meninggal dunia. Amin.

Semoga kisah dari dua orang pelajar ini bisa menginspirasi.

Amin.

Postingan terkait: