THE MANTAN


Kata seseorang mereka mudah datang dan pergi. Datang membawa buah tangan kasih sayang, lalu pergi meninggalkan pekerjaan yang teramat sulit. Perkerjaan untuk melupakan.

Dan kata seseorang, "Mereka sangat istimewa."

Dan aku menjawab, "Ya, mereka berlari dan berayun bagai dewi."

Segera seseorang itu pun berdiri dari tempat duduknya. Dan aku menemukan matanya sedang meneteskan air mata. Di tangannya ada sebait puisi yang seolah-olah adalah perasaannya. Ia mencoba untuk berpaling dariku.

Dan kata seseorang, "Aku sudah tidak ingin pergi lagi."

Dan aku menjawab, "Begitu pula denganku."

Namun, sekali lagi, cinta tak akan pernah bisa untuk dipaksaan. Mereka indah bagai seekor rusa yang sedang bercermin pada pada sungai surga. Namun, mereka kemudian mati dan menjelema menjadi bangkai yang bahkan burung gagak pun tak ingin mencium baunya.

Lalu seseorang bertanya, "Apa kau ingin aku menjadi seperti mereka, Ky?"

Dan aku menjawab, "Ya."

Dan seseorang pun menangis. Ia kemudian merobek sebait puisi yang ada di tangannya. Bukti bahwa perasaannya telah hancur berkeping-keping.

Dan aku berkata, "Aku rasa kau mampu untuk melupakanku, Din. Kertas itu adalah perasaanmu kepadaku. Kali ini kau sudah mampu merobek apa yang aku pernah tuliskan untukmu. Aku rasa, pekerjaan untuk melupakanku bukanlah hal yang sulit bukan?"

Dan seseorang menjawab, "Aku tak perlu melupakanmu, Ky. Ini adalah kenangan yang kau bawa bersamaku. Kau boleh membuatku menjadi seperti mereka-mereka yang telah pergi meninggalkanmu. Tapi kau tak akan pernah menjadi seperti mereka, meninggalkan pekerjaan yang sulit untukku."

Dan aku berkata, "Tapi mungkin kau juga mengatakan hal yang sama kepada mereka sebelum aku, hanya untuk bertahan. Aku sudah mengenalmu, Adinda."

Lalu seseorang berkata lagi, "Kali ini aku jujur, Ky!"

Lalu aku menjawab, "Sebelumnya aku telah mendengar hal itu darimu. Lalu kemudian ketika kau mengatakan kebohongan yang sama, kau bilang itu jujur hingga akhirnya semua kebohongan itu menjelema menjadi kebenaran. Kau pernah membuat aku pergi sebelumnya, lalu kau memaksaku untuk kembali dan sekarang aku tak akan menjadi orang yang sama lagi."

Dan seseorang berkata lagi, "Tolong hargai aku dulu. Aku tau kamu sekarang benci padaku. Tapi tolong berikan aku kesempatan sekali lagi."

Dan kemudian aku menjawab untuk terakhir kali, "Aku tidak benci padamu. Aku hanya merasa sedih, sakit hati, marah, dan kecewa. Tapi aku akan tetap memasang senyum ketika bertemu denganmu. Lalu aku akan pergi darimu tanpa seucap kata pun. Aku tau itu sangat sakit sekali, tapi aku akan bertahan."

Dan ketika aku mulai pergi meninggalkannya, Adinda masih tetap berdiri di antara sudut kota, teringat dalam hatinya ia berkata,

"Terimakasih telah menjadikan aku seseorang yang pernah singgah di hatimu, Ky."


Tag: THE MANTAN

Postingan terkait: