DIMANA BUDAYA INDONESIAMU?

Dimana Budaya Indonesiamu?
Tentik.com
Pagi ini hampir sebulan aku pindah dari kota Bandung ke kota Yogyakarta. Kedua kota ini sama kaya akan sejarah, kaya akan kultur dan budayanya dan kaya akan kebarat-baratannya.

Aku merantau tujuannya sudah pasti untuk mendapat ilmu. Namun, aku takut ilmu ini membuat gaya hidupku menjadi kebarat-baratan. Seperti sebagian orang yang aku kenal.

Sok-sokan pake bahasa Inggris yang kurang fasih. Sok-sokan makan di restaurant cepat saji milik perusahaan asing. Sok-sokan naikin standard pasangan impian yang rupanya mirip artis luar negeri (*baca: Korea, Jepang, Thailand).

Aku takut ketika melihat muda-mudi mabuk-mabukan. Aku takut ketika tau muda-mudi sudah sangat banyak yang melakukan hubungan seksual dengan pasangannya yang belum sah. Aku takut ketika menjadi salah satu diantara mereka.

Semoga saja tidak.

Lalu aku putuskan untuk mencari ilmu agama saja. Kemudian ketika aku sudah merasa alim, aku malah takut gayaku akan menjadi kearab-araban. 

Lantas, Dimana Budaya Indonesiaku?

Indonesiaku masih disini. Dihatiku dan aku tau masih banyak orang yang bertahan dengan budayanya yang asli Indonesia. Bukan berarti menolak budaya asing yang masuk. Mereka lebih pandai memilah mana budaya asing yang positif dan mana yang harus di hindari.

Namun pada kenyataanya, pertumbuhan tempat hiburan malam kian tidak bisa kita hindari. Mulai dari kelas yang ecek-ecek sampai yang *esex-esex. Pengunjungnya ramai dan ternyata mereka semua mayoritas dari kalangan terpelajar. 

Kemudian, aku disini hanya diam.

Bersama banyak masyarakat yang lain, aku hanya diam melihat kenyataan penjajahan budaya asing masuk pada kaum pemuda di Indonesia.

Tidak hanya di Bandung dan Yogyakarta saja.

Dari pada memikirkan kebobrokan yang ada di Indonesia. Kita malah lebih sering disibukan dengan perdebatan bumi datar. Lebih sering disibukan dengan isu makar. Lebih sering disibukan dengan kopi mirna. Lebih sering disibukan dengan penistaan agama.

Yang benar saja.

Jujur saja aku lebih tertarik dengan isu boy meninggal daripada semua hal itu.

Keborokan apalagi yang akan terjadi setelah ini?

Apa kita hanya diam saja?

Menunggu pergerakan pemerintah yang entah bagaimana?

Sudahlah. Aku seharusnya tidak berfikir demikian.

Karena masih ada banyak pula pemuda yang masih teguh memegang erat budaya Indonesianya.

Sekarang biarkan aku bertanya pada Anda.

Bagaimana dengan Budaya Indonesia Anda?

"KALAU SUDAH DAPAT ILMU, GAYAMU KEBARAT-BARATAN..
KALAU SUDAH MERASA ALIM, GAYAMU KE ARAB-ARABAN...
BUDAYA INDONESIAMU, DIMANA???"

TAG: DIMANA BUDAYA INDONESIAMU

*Note: 
Kenapa hanya negara-negara di wilayah Asia saja yang disebutkan untuk standard gadis impian, bagaimana dengan gadis-gadis dari negara-negara Arab dan Eropa? 
Ya, Karena fantasiku baru mencapai di negara-negara tersebut. Mungkin suatu saat aku akan memikirkan bagaimana untuk mendapatkan gadis latin, tapi lebih baik aku melupakan fantasiku dan mencari gadis impian di Indonesia saja.

Maaf. Esex-esex itu apa ya, Pik?
Sebuah kegiatan enak yang tidak boleh dilakukan oleh seseorang. Udah itu aja cukup. Jangan minta lebih.


Postingan terkait: