CARA BERBAKTI DAN MEMULIAKAN ORANG TUA


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sebelum menuliskan mengenai bagaimana cara berbakti dan memuliakan orang tua, aku ingin menguncapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada para pembaca, karena sudah meluangkan sedikit waktunya untuk penulis.

Aku juga ingin mengajak pembaca untuk terus meningkatkan iman dan taqwa terhadap Allah SWT. Matilah kita lipat-gandakan ibadah dan amal saleh yang akan mendapat imbalan perupa pahala, serta mengikis habis perbuatan salah yang diancam ganjaran dosa.

Entah kenapa akhir-akhir ini aku lebih termotivasi untuk beribadah. Aksi long march yang dilakukan oleh santri dari Ciamis sempat membuatku menangis, salah satu yang paling membuatku terharu adalah semangat dari sosok seorang bapak yang memiliki keterbatasan fisik, namun beliau tidak pernah menganggapnya sebagai halangan untuk memperjuangankan apa yang dianggap olehnya benar. 

Apakah kita yang diberikan kesempurnaan secara fisik tidak merasa malu akan perbuatan kita?

Berbakti dan Memuliakan Orang Tua
Berbakti kepada orangtua adalah kewajiban dalam islam, sebagaimana wajibnya shalat, dakwah, amar ma'ruf nahi munkar dan jihad.

Dalam perkara ini Allah berfirman,
"Dab Rabbmu telah memerintakan supaya kamu jangan menyembah selian Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan perkataan 'Ah' dan jangalah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." - QS. Al-Israa': 23

Aku sangat bersyukur karena masih memiliki orangtua, karena di depanku masih ada pintu jannah yang sangat lebar terbuka. Namun terkadang, aku malah seringkali lupa untuk berbakti dan memuliakan mereka.

Mungkin ini yang seperti sering dikatakan oleh orang, 

"Surga yang jauh dicari, namun yang dekat malah dilupakan."

Orangtua adalah pintu jannah yang paling tengah, terserah kamu, hendak kamu terlantarkan ia, atau kamu hendak menjaganya. Pintu jannah yang paling tengah adalah pintu yang paling bagus, dan yang paling tinggi. Dengan kata lain, sebaik-baiknya sarana yang bisa mengantarkan seseorang ke dalam jannah dan meraih derajat yang tinggii adalah mentaati orangtua dan menjaganya.

Sungguh terlalu, seseorang yang mendapati orangtuanya berusia lanjut, tapi ia tidak masuk surga, padahal kesempatan begitu mudah baginya. Orang itu tidak berbakti, tidak mentaati perintah orangtuanya, tidak berusaha membuat senang hatinya, tidak meringankan kesusahannya, tidak menjaga kata-katanya, dan tidak merawatnya saat mereka tak lagi mampu hidup mandiri.

Marilah kita berkaca diri, sudahkan layak kita disebut sebagai orang yang berbakti kepada orangtuanya?

Kewajiban untuk berbakti kepada orangtua tentu tidak bisa kita tinggalkan. Dosa durhaka kepada mereka adalah dosa terbesar kedua setelah syirik kepada Allah. Ibnu Katsier mengatakan, "Setelah disebutkan hak Sang Pencipta atas hamba, Allah jelaskan hak makhluk atas hamba. Dan yang paling utama adalah hak kedua orangtua.

Berbakti Saat Masih Hidup
Banyak cara berbakti pada orangtua. Salah satunya adalah seperti menjaga pandangan(tidak memandang tajam) pada keduanya, mendahulukan keduanya dalam makan dan minum, tidak mendahului dan menyela pembicaraan dan sebagainya. Kemudian yang paling ditekankan adalah berbakti dengan cara menjaga lisan. Lisan ibarat pisau tajam yang bisa melukai siapa saja. pada orangtua sedikitpun jangan pernah sampai lisan melukai mereka.

Aku menuliskan hal ini bermaksud untuk mengintrospeksi diri, terutama pada diriku sendiri. Mungkin kita sering tidak sadar mengeluarkan kata-kata yang bernada jengah, kesal, marah, bahkan mungkin yang pernah kita lakukan seperti mengumpat dengan kasar, membentak sambil melotot dan sebagainya. Nastaghfirullahal adhim, Kami mohon ampun kepada Allah yang maha agung.


Berbakti Saat Keduanya Telah Tiada
Bentuk bakti saat orangtua telah meninggal dunia dinataranya adalah tidak meratap (niyahah) saat orang tua wafat, melunasi hutangnya, menunaikan janji, menutupu aib keduanya, memperbaiki track record mereka yang buruk saat masih hidup, dan menyambung silaturahmi dengan beberapa teman karib orangtua.

Kemudian, yang paling penting adalah dengan berdoa. Doa untuk selalu meminta dan memohonkan ampun bagi orangtua harus selalu dipanjatkan baik saat mereka masih hidup maupun sudah meninggal.

Berbakti Tanpa Melanggar Syar'i
Berbakti kepada orangtua tentu saja bukan berarti mentaati perintahnya dalam segala hal. Kita tentu tidak boleh mentaatinya dalam segala hal yang menimbulkan dosa. Tidak boleh pula kita mengharapkan ridhanya dengan cara yang mengundang murka Allah. Karena ketaatan itu hanya dalam hal yang ma'ruf.


Makna, Batasan, dan Durhaka
Sebagai seorang anak, kita tidak boleh duhaka kepada kedua orangtua. Jangan sekali pun kita melihat mereka dengan pandangan yang meremehkan, atau merendahkan kedudukan mereka. Berkata kasar pun bisa disebut sebagai perilaku durhaka kepada orangtua.

Pada hakikatnya, pendurhaka adalah manusia yang paling tidak tahu balas budi dan tak mengerti arti berbakti. Padahal jasa orangtua kita begitu besar, pengorbanannya tak akan pernah bisa dihitung, serta kasih-sayang mereka yang begitu istimewa dan melimpah.

Penting untuk kita tengok, bagaimana bakti para pendahulu kita yang shalih kepada orangtuanya sehingga menyempurnakan keutamaan mereka sebagai ulama, ahli ibadah, mujahid orang yang zuhud dan orang yang taqwa.

Peristiwa yang mengesankan terjadi atas Haiwah bin Syuraih, seorang ulama terkemuka juga. Menjadi pembicara atau mubaligh handal, tidak membuat beliau gengsi untuk mentaati perintah orangtua, meskipun untuk melakukan hal-hal yang remeh, asal bukan untuk bermaksiat. Suatu ketika, beliau sedang membawakan pengajian di hadapan orang-orang. Tiba-tiba saja ibunya datang dan berkata, "Wahai Haiwah, berdirilah sejenak, berilah makan untuk ayam kita!" Beliau pun memohon ijin kepada hadirin untuk menunaikan perintah sang ibu.

Begitulah cara berbakti dan memuliakan orangtua.

Akhir kata, marilah kita muliakan orang tua dan merawat mereka hingga akhir hayat.

 Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

tag: CARA BERBAKTI DAN MEMULIAKAN ORANG TUA

Postingan terkait: