Resah di dadamu dan rahasia yang menanti di jantung puisi ini, dipisah kata-kata
Begitu pula rindu, hamparan laut dalam antara pulang dan seorang petualang yang hilang
Seorang ayah membelah anak dari ibunya dan sebaliknya
Atau senyummu
Dinding diantara aku dan ketidakwarasan
Apa kabar hari ini?
Lihat tanda tanya itu
Jurang antara kebodohan dan keinginanku memilikimu sekali lagi
Dari jendela kau melihat bintang-bintang tanggal
Satu demi satu berulang mengucapkan, selamat tinggal
Kadang kau fikir, lebih mudah mencintai semua orang
Dari pada melupakan satu orang
Jika ada seorang terlanjur menyentuh inti jantungmu
Mereka yang datang kemudian,
Hanya menyentuh kemungkinan
Satu demi satu berulang mengucapkan, selamat tinggal
Kadang kau fikir, lebih mudah mencintai semua orang
Dari pada melupakan satu orang
Jika ada seorang terlanjur menyentuh inti jantungmu
Mereka yang datang kemudian,
Hanya menyentuh kemungkinan
